LDII Paser
  • HOME
  • RUBRIK
    • Berita Organisasi
      • Tanah Grogot
        • Sangkuriman
      • Paser Belengkong
      • Batu Sopang
        • Batu Kajang
        • Sungai Terik
      • Sekuwan Makmur
      • Longikis
    • Nasehat
    • Artikel
  • KEGIATAN
    • Audiensi
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Dakwah
    • Olahraga
  • ORGANISASI
    • Struktur Organisasi
    • Latar Belakang
    • Tentang LDII
    • Fatwa MUI
  • LAIN-LAIN
    • Kirim Berita
    • Dokumentasi Kegiatan
No Result
View All Result
  • HOME
  • RUBRIK
    • Berita Organisasi
      • Tanah Grogot
        • Sangkuriman
      • Paser Belengkong
      • Batu Sopang
        • Batu Kajang
        • Sungai Terik
      • Sekuwan Makmur
      • Longikis
    • Nasehat
    • Artikel
  • KEGIATAN
    • Audiensi
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Dakwah
    • Olahraga
  • ORGANISASI
    • Struktur Organisasi
    • Latar Belakang
    • Tentang LDII
    • Fatwa MUI
  • LAIN-LAIN
    • Kirim Berita
    • Dokumentasi Kegiatan
No Result
View All Result
LDII Paser
No Result
View All Result
Home Nasehat

Sitik-sitik Disyukuri: Bahagia yang Sederhana

pena_2 by pena_2
December 18, 2025
in Nasehat
0
Sitik-sitik Disyukuri: Bahagia yang Sederhana

Sitik-sitik Disyukuri: Bahagia yang Sederhana. Gambar Ilustrasi AI. Lines

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Thonang Effendi

Di suatu sore yang damai, langit Jogja menggantungkan cahaya lembut di ufuk barat. Sebuah angkringan kecil di pinggir jalan, sekumpulan bapak-bapak duduk santai. Di hadapan mereka, cangkir-cangkir kaleng tua berisi teh panas bergula batu mengepul perlahan. Obrolan mereka sederhana: tentang keluarga, pekerjaan, dan harga sembako.

Namun, ada satu hal yang menarik perhatian—wajah-wajah itu tampak bahagia. Ada senyum yang tulus, tawa yang ringan, dan kelegaan yang tak dibuat-buat. Seseorang nyeletuk, “Bahagia itu ternyata sederhana ya… secangkir teh sore, ngobrol santai, hati tenang.” Yang lain menimpali, “Sitik-sitik disyukuri.”

Ungkapan sitik-sitik disyukuri dalam budaya Jawa bukan sekadar kiasan. Ia adalah refleksi hidup yang sarat makna. Di tengah kehidupan yang serba cepat dan kerap memaksakan pencapaian besar, kita sering lupa bahwa bahagia dapat dimulai dari hal-hal kecil: secangkir teh hangat, angin sore yang sejuk, atau pertemuan penuh canda. Ketika hati belajar bersyukur, nikmat yang kecil pun terasa berlimpah.

Al-Qur’an mengingatkan kita dalam Surah Ar-Rahman melalui ayat yang berulang, “Fabi ayyi aalaa’i rabbikumaa tukadzdzibaan”—maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Seruan ini mengajak kita berhenti sejenak, menengok sekitar, dan menyadari betapa banyak nikmat yang kerap terabaikan: harta, kesehatan, keluarga, waktu luang, bahkan secangkir teh sore.

Falsafah Jawa turut memberi sumbangsih penting dalam membentuk kesadaran tersebut. Melalui ajaran Ki Ageng Suryomentaram yang dikenal dengan 6 Sa, kita diajak hidup selaras dan sederhana:

  • Sabutuhé – sesuai kebutuhan.
  • Saperluné – sesuai keperluan.
  • Sacukupé – tidak berlebihan.
  • Sabeneré – apa adanya.
  • Samesthiné – sesuai seharusnya.
  • Sakepenaké – dengan kelapangan hati.

Ketika keenam prinsip ini diterapkan, kebahagiaan hadir dalam bentuk yang paling hakiki—tenang, ringan, dan bermakna. Nilai-nilai ini selaras dengan karakter luhur yang dikembangkan LDII melalui 6 Thobiat Luhur: jujur, amanah, mujhid-muzhid, rukun, kompak, serta kerja sama yang baik.

Orang yang jujur dan amanah cenderung hidup lebih tenang. Mereka yang mujhid-muzhid terbiasa berusaha dengan kesederhanaan. Sementara sikap rukun dan kompak membuat seseorang selalu memiliki tempat kembali saat lelah melanda.

Manajemen waktu

Kesadaran untuk bersyukur dan hidup sederhana juga beririsan dengan manajemen waktu. Di era banjir informasi dan tuntutan multitugas, mengelola waktu bukan semata soal efisiensi, melainkan menjaga kewarasan. Menyempatkan diri untuk secangkir teh sore, berbincang ringan, atau membaca sejenak dapat menjadi penyeimbang dari kerasnya ritme kehidupan.

Bahagia tak diukur dari harta atau jabatan. Ia hadir ketika kita mampu menerima dan mensyukuri. tumbuh dari kebiasaan menengok ke dalam, bukan semata melihat ke luar. Ia muncul ketika kita menyediakan waktu untuk menyapa diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

Pada akhirnya, hidup bahagia memang sederhana: mensyukuri yang kecil, menyederhanakan keinginan, menenangkan batin, dan menata waktu. Dari sanalah kita belajar bahwa kebahagiaan bukan soal memiliki lebih banyak, melainkan merasa cukup dengan apa yang ada. Dan siapa sangka, secangkir teh sore dapat menjadi pengingat paling jujur tentang makna itu semua.

Penulis:

Thonang Effendi
Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII

Sumber: Sitik-sitik Disyukuri: Bahagia yang Sederhana

Tags: 6 thobiat luhurkunci bahagiasyukur

Recent News

foto Empat Santri TPA Daarul Muttaqiin dari paca ldii sungai terik Raih Prestasi di MTQ X Batu Sopang

Tampil Gemilang, Empat Santri TPA Daarul Muttaqiin Raih Prestasi di MTQ X Batu Sopang

May 7, 2026
dokumentasi gotong royong pengecoran jaladokumenn swadaya oleh pac ldii sangkuriman dan anggota senkom

Kolaborasi Nyata Bangun Desa: PAC LDII Sangkuriman dan Senkom Gelar Pengecoran Jalan Swadaya

April 30, 2026
Iustrasi Perjuangan dua dunia generasi pemuda saat ini

Estafet Perjuangan Dua Dunia: Siapkah Pemuda Memikul Amanah Masa Depan?

April 15, 2026
Ribuan Warga LDII Paser Gelar Pengajian Umum dan Halal Bihalal di Syawal 1447 H

Padukan Kesalehan Spiritual dan Sosial, Ribuan Warga LDII Paser Gelar Pengajian Umum dan Halal Bihalal di Syawal 1447 H

April 14, 2026
DPD LDII Kabupaten paser

Jl. Pangeran mentri, Gg. 354
Tanah grogot, Paser, kalimantan timur

Email: sekrtariat@ldiikabpaser.or.id

Kategori berita

Recent News

foto Empat Santri TPA Daarul Muttaqiin dari paca ldii sungai terik Raih Prestasi di MTQ X Batu Sopang

Tampil Gemilang, Empat Santri TPA Daarul Muttaqiin Raih Prestasi di MTQ X Batu Sopang

May 7, 2026
dokumentasi gotong royong pengecoran jaladokumenn swadaya oleh pac ldii sangkuriman dan anggota senkom

Kolaborasi Nyata Bangun Desa: PAC LDII Sangkuriman dan Senkom Gelar Pengecoran Jalan Swadaya

April 30, 2026
No Result
View All Result
  • HOME
  • RUBRIK
    • Berita Organisasi
      • Tanah Grogot
      • Paser Belengkong
      • Batu Sopang
      • Sekuwan Makmur
      • Longikis
    • Nasehat
    • Artikel
  • KEGIATAN
    • Audiensi
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Dakwah
    • Olahraga
  • ORGANISASI
    • Struktur Organisasi
    • Latar Belakang
    • Tentang LDII
    • Fatwa MUI
  • LAIN-LAIN
    • Kirim Berita
    • Dokumentasi Kegiatan

Support by Allah SWT
Managed by KIM & LINES LDII Paser