TANAH GROGOT – Dalam upaya mencetak generasi muda yang tangguh, kreatif, dan mandiri, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tanah Grogot melalui Penggerak Pembina Generasi (PPG) Bidang Keputrian menggelar kegiatan pelatihan kemandirian bagi remaja putri se-Kecamatan Tanah Grogot. Acara yang mengusung tema KENCANA (“Keputrian Cerdas, Santun, dan Berencana”) ini berlangsung sukses di Aula Barokah LDII Tanah Grogot pada Selasa (16/6/2026).
Ubah Limbah Plastik Menjadi Produk Bernilai Jual
Kegiatan yang menjadi program rutin tahunan PPG LDII Tanah Grogot ini dirancang khusus untuk meningkatkan kemandirian sekaligus menyalurkan bakat dan kreativitas remaja putri. Menariknya, pada edisi kali ini, panitia mengajak peserta untuk mengolah limbah plastik berupa jerigen bekas minyak menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi, yakni tas jinjing macrame bergaya kekinian.

Proses pembuatan tas ini melatih ketelitian para peserta. Pertama-tama, jerigen bekas dipotong menjadi tiga komponen utama: bagian bawah, tengah, dan gagang atas. Selanjutnya, setiap bagian dililit dengan sangat rapi menggunakan benang macrame tebal. Para peserta diberikan kebebasan untuk memadupadankan variasi warna sesuai selera masing-masing. Setelah semua komponen tertutup rapat oleh lilitan benang, bagian-bagian tersebut disatukan menjadi sebuah tas utuh yang cantik, siap pakai, dan layak untuk dipasarkan.
Tanamkan 29 Karakter Luhur Lewat Kerja Sama
Ketua Bidang Keputrian PPG LDII Tanah Grogot, Nining Purwanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan kerajinan tangan, melainkan wadah pembinaan karakter yang mendalam.
“Melalui program KENCANA ini, kami tidak hanya melatih life skill, tetapi juga mendorong para remaja putri untuk mempraktikkan 29 karakter luhur. Dalam proses pembuatan tas ini, mereka dituntut untuk kompak dan membangun kerja sama yang baik. Secara tidak langsung, kegiatan ini sangat efektif untuk meningkatkan kerukunan antar remaja putri di lingkungan LDII Tanah Grogot,” jelas Nining.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Kegiatan, Melinda, menyoroti besarnya manfaat positif dari sisi ekonomi dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, pemanfaatan bahan bekas adalah cerminan dari sikap cerdas dan berencana.
“Kami sengaja memilih bahan dasar jerigen bekas untuk mengajarkan kesadaran lingkungan dan pemanfaatan limbah di sekitar kita. Manfaat positifnya sangat nyata. Selain wadah menyalurkan kreativitas, hasil akhir berupa tas ini memiliki nilai jual, sehingga sejak dini mereka sudah memiliki mental kemandirian wirausaha,” ungkap Melinda.

Antusiasme Peserta dan Manfaat Berkelanjutan
Antusiasme dan dampak positif dari acara ini dirasakan langsung oleh para peserta. Egris Tasya, salah satu perwakilan remaja putri, mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga.
“Acaranya seru dan bermanfaat banget buat kami. Awalnya membayangkan bikin tas dari jerigen itu susah, tapi karena dikerjakan bareng-bareng sambil ngobrol dan tukar ide, ternyata jadi terasa menyenangkan. Kegiatan ini benar-benar bikin kita makin kompak dan rukun sama teman-teman yang lain,” tutur Egris dengan antusias.
Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan kemandirian KENCANA ini memberikan ragam manfaat yang berkelanjutan. Dari sisi lingkungan, peserta berkontribusi mengurangi limbah plastik. Sementara dari sisi sosial dan ekonomi, remaja putri LDII Tanah Grogot berhasil dibekali keterampilan nyata (hard skill) sekaligus memperkuat nilai-nilai akhlakul karimah (soft skill) untuk menyongsong masa depan yang cerdas, santun, dan berencana.





