JAKARTA – Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang berlangsung di Jakarta resmi menetapkan Dody Taufiq Wijaya sebagai Ketua Umum DPP LDII periode mendatang. Keputusan tersebut diambil secara aklamasi dalam rapat paripurna pada Kamis (9/4/2026).
Dody menggantikan KH Chriswanto Santoso yang sebelumnya menyatakan tidak bersedia dicalonkan kembali karena alasan kesehatan. Meski terjadi transisi kepemimpinan, Dody menegaskan bahwa fokus utama organisasi adalah memastikan keberlanjutan karya bakti LDII bagi bangsa.
Konsolidasi Internal dan Sinergi Daerah
Dalam pidato perdananya, Dody mengungkapkan bahwa langkah awal kepengurusannya adalah melakukan konsolidasi internal untuk menjaga kesinambungan program. Hal ini sejalan dengan pesan KH Chriswanto agar seluruh kader tetap mengedepankan amal saleh selama masa transisi.
“Kami ingin memastikan gerbong organisasi berjalan sinkron dan searah, mulai dari tingkat pusat, DPW, DPD, hingga PC dan PAC. Tujuannya agar kontribusi LDII benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput,” ujar Dody.
Ia juga mendorong para pengurus di seluruh tingkatan untuk memperkuat komunikasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders). Dody menekankan agar setiap rencana kerja LDII dapat disinergikan dengan program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Mari kita bahu-membahu. Organisasi ini adalah amanah besar yang harus kita jalankan bersama demi kemaslahatan umat,” ajaknya.
Ketua Umum DPP LDII masa bakti 2020-2025 KH Chriswanto Santoso pada penutupan Munas X LDII. Foto: Lines
Apresiasi untuk KH Chriswanto Santoso
Dody menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada KH Chriswanto Santoso atas dedikasi luar biasa selama memimpin DPP LDII periode 2021-2026. Menurutnya, warisan kepemimpinan KH Chriswanto adalah keberhasilan dalam mencetak kader-kader pemimpin baru.
“Leaders don’t create followers, they create more leaders. Itulah yang dilakukan Pak Chris terhadap kami. Arahan dan bimbingan beliau menjadi pondasi bagi kami untuk membawa LDII menuju puncak performa,” tegasnya.
Apresiasi dari Wamenhaj: LDII Organisasi yang Rapi dan Kompak
Munas X LDII juga dihadiri oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak. Dalam pembekalannya, Dahnil memberikan apresiasi tinggi terhadap karakter warga LDII yang dikenal disiplin dan tertib.
“LDII dikenal selalu rapi, bersih, dan kompak. Watak ini sangat selaras dengan agenda besar pemerintah, seperti program Indonesia Bersih dan Indonesia Indah,” kata Dahnil.
Dahnil juga menyoroti peran penting LDII dalam sektor perhajian. Dengan jumlah jamaah yang signifikan dan tingkat kedisiplinan yang tinggi, ia menilai LDII dapat menjadi contoh bagi jamaah lain dalam pelaksanaan ibadah haji yang tertib dan bermartabat, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Menteri Haji RI Dahnil Anzar Simanjuntak menghadiri Munas X LDII. Foto: Lines
Islam Khas Indonesia sebagai Soft Power
Menutup arahannya, Dahnil berharap LDII terus mempromosikan Islam khas Indonesia yang ramah, toleran, dan berakar pada nilai-nilai Pancasila.
“LDII lahir dari rahim Ibu Pertiwi. Watak keislaman yang khas ini bisa menjadi kekuatan soft power Indonesia dalam menyebarkan pesan perdamaian ke dunia internasional,” pungkasnya.