TANAH GROGOT – Momentum bulan Syawal dimanfaatkan secara optimal oleh warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Paser untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus meningkatkan ketakwaan. Ribuan warga dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Paser memadati Masjid Miftahul Huda, Tanah Grogot, pada Minggu (12/4/2026), guna menghadiri agenda rutin Pengajian Umum yang dirangkai dengan Halal Bihalal.
Kegiatan kolaboratif ini menjadi langkah strategis dalam menyeimbangkan dua dimensi penting kehidupan beragama, yakni hubungan dengan Allah SWT (hablum minallah) dan hubungan antarmanusia (hablum minannas).
Sinergi Spiritual dan Konsolidasi Umat
Rangkaian acara diawali dengan pemantapan ilmu agama melalui pengkajian makna dan keterangan Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ust. Nanang Chomaruddin. Setelah itu, pada sesi kedua, jamaah menerima siraman rohani dari Dewan Penasehat LDII Kabupaten Paser, H. Buang Raharjo, S.E.
Dalam tausiyahnya, H. Buang Raharjo menekankan pentingnya menjaga esensi silaturahmi. “Halal bihalal bukan sekadar tradisi saling memaafkan atau sekadar ajang berkumpul, tetapi wujud nyata dari pembersihan hati. Dengan merangkaikannya bersama pengajian, kita berharap jamaah tidak hanya kembali fitrah secara sosial dan terhapus dosanya antarsesama manusia, tetapi juga membawa pulang ilmu agar semakin kuat keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT,” tuturnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Paser, H. Sofwan Setyawan, menyoroti bahwa kehadiran ribuan jamaah dalam acara ini menjadi wadah edukasi sekaligus konsolidasi untuk membangun kerukunan umat.
“Acara hari ini adalah momentum yang sangat baik untuk memperkokoh kerukunan dan kekompakan warga di tingkat kabupaten. Di tengah dinamika sosial yang ada, LDII di Paser harus mampu menjadi perekat umat. Selain itu, inisiatif kegiatan sosial yang kita sisipkan hari ini merupakan langkah nyata dalam menumbuhkan kepedulian dan kemandirian umat agar terus membawa manfaat bagi masyarakat luas,” tegas H. Sofwan Setyawan.
Praktik Kesalehan Sosial Melalui Berbagi Pakaian
Usai mendengarkan tausiyah, suasana berubah penuh haru dan keakraban saat seluruh peserta melakukan prosesi halal bihalal. Para jamaah saling bersalaman dan mengurai segala kehilafan selama setahun terakhir.
Tidak hanya diisi dengan kegiatan lisan dan spiritual, acara ini juga menjadi laboratorium praktik kesalehan sosial. Panitia menyediakan ratusan potong pakaian layak pakai dan pakaian baru hasil pengumpulan kolektif, di mana warga yang hadir dipersilakan memilih langsung pakaian yang diminati dengan kuota maksimal empat potong per orang.
Sistem yang mengedepankan keadilan dan kemanusiaan ini mendapat apresiasi positif dari jamaah. Sumanto, salah satu warga dari PAC LDII Sangkuriman, mengungkapkan rasa syukurnya atas program tersebut.
“Kegiatan berbagi pakaian ini sangat bermanfaat bagi kami. Caranya juga luar biasa, karena kami dibebaskan memilih sendiri sesuai selera dan ukuran. Rasanya bermartabat seperti sedang berbelanja langsung, bukan sekadar menerima bantuan. Tali persaudaraan antarsesama warga benar-benar sangat terasa,” ungkap Sumanto dengan antusias.
Efisiensi dan Eratkan Tali Persaudaraan
Dari segi penyelenggaraan, penggabungan agenda pengajian, halal bihalal, dan aksi sosial ini terbukti efisien. Kekompakan panitia juga terlihat dari penyediaan dapur umum yang memfasilitasi makan siang bersama bagi seluruh peserta dalam suasana kebersamaan yang hangat.
Rangkaian forum umat yang produktif dan penuh keberkahan ini ditutup dengan pelaksanaan ibadah sholat Dzuhur berjamaah. Setelahnya, ribuan jamaah berangsur-angsur meninggalkan lokasi untuk kembali ke wilayahnya masing-masing dengan membawa bekal ilmu agama dan semangat persaudaraan yang semakin solid.
w




