PASER – Dalam rangka mengisi waktu libur sekolah dengan kegiatan positif, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Paser sukses menggelar kegiatan Pondok Pesantren Libur Sekolah (PPLS) dan Munaqosah. Kegiatan yang berlangsung sejak 28 hingga 30 Juni 2026 ini diikuti oleh sekitar 150 peserta dan dilaksanakan dengan sistem pembagian zona.
Untuk Zona Paser Selatan, kegiatan dipusatkan di Komplek Masjid Miftahul Huda, Tanah Grogot. Sementara itu, untuk Zona Batu Sopang, pelaksanaannya bertempat di Komplek LDII Sungai Terik.
Program PPLS ini tidak sekadar menjadi ajang untuk mengisi waktu luang, tetapi juga merupakan wujud nyata pembinaan generasi penerus (generus) LDII. Fokus utamanya adalah menanamkan 29 karakter luhur yang menjadi visi program LDII ke depan. Melalui pembinaan ini, para generus diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang alim dan faqih (berilmu agama dan paham dengan ilmunya), berakhlakul karimah, serta memiliki kemandirian dalam menyongsong masa depan.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dewan Penasihat LDII Paser, Ahmad Ghozali, M.Pd. Dalam sambutannya, ia berpesan agar para peserta memanfaatkan momentum kebersamaan tersebut sebaik mungkin.
“Momen di mana kita sama-sama berkumpul dalam rangka kebaikan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Banyak sekali hikmah dan ilmu yang bisa dijadikan bekal pengalaman untuk masa depan kalian nanti,” ujar Ahmad Ghozali.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga niat murni karena Allah SWT, agar setiap ibadah dan kegiatan yang dijalani bernilai barokah serta bermanfaat bagi diri sendiri.

Padukan Materi Kelas dan Praktik Lapangan
Selama kegiatan PPLS berlangsung di masing-masing zona, para peserta mendapatkan pembekalan intensif berupa kajian Al-Qur’an dan Al-Hadis. Materi yang diberikan meliputi pemaknaan dan keterangan, serta penyampaian hikmah-hikmah agama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menerima materi, kemampuan santri juga diukur melalui kegiatan Munaqosah. Proses ujian dan evaluasi akhir ini bertujuan untuk menilai sejauh mana kemampuan peserta dalam membaca, menghafal, serta memahami materi pembelajaran yang telah diberikan di kelas.
Tak hanya terpaku pada aktivitas di dalam ruangan, panitia di Komplek Masjid Miftahul Huda maupun di Komplek LDII Sungai Terik juga merancang kegiatan luar ruangan (outdoor) guna melatih kekompakan dan kepedulian lingkungan. Para santri diajak bergotong royong membersihkan area masjid dan bangunan tempat belajar mengajar. Untuk menjaga kebugaran fisik, kegiatan diselingi dengan olahraga ringan seperti jalan santai, sepak bola, dan futsal bersama.
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Antusiasme tinggi dirasakan oleh para peserta. Salah satu utusan dari Pimpinan Cabang (PC) LDII Tanah Grogot, Wildan Abror, mengaku bersyukur bisa mengikuti acara ini. “Sangat bersyukur dengan kegiatan seperti ini. Waktu luang liburan sekolah menjadi lebih bermanfaat. Banyak sekali hikmah yang didapat dan bisa dipraktikkan ke depannya,” ungkapnya.
Ketua Panitia PPLS, Sahlan Maulana R.G.P, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu membuka wawasan peserta tentang pentingnya belajar tanpa mengenal batas ruang dan waktu.
“Kami berharap mereka yang masih usia sekolah menyadari bahwa belajar itu tidak hanya di sekolah, tapi bisa dari mana saja dan waktunya panjang. Terlebih mereka masih muda, harus diperbanyak dengan kegiatan bernilai positif sehingga mereka paham apa artinya masa muda,” jelas Sahlan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD LDII Paser, H. Sofwan Setyawan, menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi program-program pembinaan serupa.
“Harapannya, kegiatan semacam ini akan terus kami kembangkan ke depannya agar bisa relevan dengan zaman yang terus berkembang. Kami ingin para generus LDII tidak hanya pandai dalam urusan dunia, tetapi juga bisa mempraktikkan ajaran Islam itu sendiri secara utuh dalam kehidupan mereka kelak,” pungkas H. Sofwan.





