Pembinaan karakter merupakan ruh dari dakwah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Melalui pendidikan yang berkesinambungan, LDII berupaya melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, kuat secara sosial, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Di Kabupaten Paser, nilai-nilai pembinaan tersebut terus dihidupkan dalam kegiatan pengajian, pendidikan generasi muda, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan. Warga dibimbing untuk mengamalkan pedoman hidup yang terangkum dalam 29 nilai luhur, yang meliputi Tri Sukses, 6 Tobi’at Luhur, 4 Tali Keimanan, 3 Prinsip Kerja, 4 Maqodirulloh, 4 Roda Berputar, dan 5 Syarat Kerukunan dan Kekompakkan.
Nilai-nilai ini bukan sekadar hafalan, namun menjadi budaya hidup sehari-hari.
A. Tri Sukses Generus
Tri Sukses adalah fondasi utama dalam membentuk generasi penerus (generus) yang unggul.
1. Akhlaqul Karimah
Warga dibina agar memiliki perilaku mulia, santun dalam berbicara, serta menghormati orang tua, guru, dan sesama. Dalam kehidupan bermasyarakat di Paser, sikap ini tercermin melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan menjaga nama baik Islam.
2. Alim Faqih
Tidak cukup hanya tahu, tetapi memahami ilmu agama secara mendalam sehingga mampu mengamalkannya dengan benar. Pengajian rutin menjadi sarana utama memperkuat pemahaman ini.
3. Mandiri
Generasi LDII didorong mampu berdiri di atas kemampuan sendiri, baik dalam ekonomi, pendidikan, maupun kehidupan sosial, tanpa bergantung kepada orang lain.
B. 6 Tobi’at Luhur
Enam watak mulia ini menjadi perekat kehidupan berjamaah.
1. Rukun – Mengutamakan kedamaian dan menghindari pertikaian.
2. Kompak – Bersatu dalam tujuan kebaikan.
3. Kerja Sama yang Baik – Ringan tangan membantu sesama.
4. Jujur – Berkata dan bertindak sesuai fakta.
5. Amanah – Menjalankan kepercayaan dengan penuh tanggung jawab.
6. Mujhid Muzhid – Bersungguh-sungguh, disiplin, serta hidup hemat.
Dalam praktiknya, nilai ini tampak ketika warga saling membantu dalam kegiatan kerja bakti, pembangunan fasilitas ibadah, maupun dukungan terhadap program masyarakat.
C. 4 Tali Keimanan
Hubungan seorang hamba dengan Allah diperkuat melalui empat sikap berikut:
1. Bersyukur – Mengakui setiap nikmat berasal dari Allah.
2. Mempersungguh – Tekun dalam ibadah dan amal saleh.
3. Mengagungkan – Menjunjung tinggi perintah Allah dan Rasul-Nya.
4. Berdoa – Menggantungkan harapan hanya kepada Allah dalam segala urusan.
D. 3 Prinsip Kerja
Dalam berkarya dan berorganisasi, warga dibiasakan memegang komitmen:
1. Benar – Sesuai aturan, syariat, dan hukum.
2. Kurup – Tepat waktu, efektif, dan tepat sasaran.
3. Janji – Menepati kesepakatan yang telah dibuat.
Prinsip ini penting agar warga LDII dikenal sebagai pribadi yang profesional dan dapat dipercaya.
E. 4 Maqodirulloh
Sikap menghadapi ketentuan Allah:
1. Bersyukur ketika menerima nikmat.
2. Istirja’ saat mendapat musibah.
3. Sabar ketika menghadapi ujian.
4. Taubat bila melakukan kesalahan.
Dengan pemahaman ini, warga memiliki mental yang kuat dan tidak mudah putus asa.
F. 4 Roda Berputar
Menggambarkan kepedulian sosial yang terus bergerak.
1. Yang kuat membantu yang lemah.
2. Yang bisa membantu yang belum bisa.
3. Yang ingat mengingatkan yang lupa.
4. Yang salah dinasihati agar mau bertaubat.
Nilai ini menjadikan kehidupan jamaah penuh perhatian dan saling menguatkan.
G. 5 Syarat Kerukunan dan Kekompakkan
Untuk menjaga harmoni bersama:
1. Berbicara yang baik dan benar.
2. Jujur, dapat dipercaya, serta saling mempercayai.
3. Sabar dan siap mengalah demi kebaikan bersama.
4. Tidak merusak diri sendiri maupun orang lain.
5. Saling memperhatikan serta menjaga perasaan.
Implementasi dalam Pendidikan dan Kehidupan Sehari-hari
Nilai-nilai ini diterapkan melalui pengajian rutin, pembinaan generasi muda, keteladanan para pengurus, hingga keterlibatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Bagi warga LDII di Paser, karakter luhur tersebut menjadi identitas yang membedakan sekaligus kekuatan untuk berkontribusi bagi daerah.
Pembiasaan dilakukan terus-menerus: mulai dari adab berbicara, kedisiplinan waktu, semangat gotong royong, hingga kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Penutup
Melalui pengamalan 29 nilai luhur ini, LDII berharap lahir pribadi-pribadi yang religius, berakhlak mulia, mandiri, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Dari Paser untuk Indonesia, pembinaan karakter ini diharapkan memberi kontribusi nyata dalam membangun bangsa yang damai dan bermartabat.











