Paser – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Paser menggelar kegiatan Pondok Pesantren Libur Sekolah (PPLS) yang diikuti sekitar 120 peserta, mulai dari usia Sekolah Dasar (SD) hingga kelas III SMA/SMK. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, 28–31 Desember 2025, sebagai upaya pembinaan karakter sekaligus memanfaatkan waktu libur sekolah secara positif.
Pelaksanaan PPLS tahun ini dibagi menjadi dua titik kegiatan, yakni di Aula Barokah PC LDII Batu Sopang dan Aula Barokah PC LDII Tanah Grogot, guna menjangkau peserta secara lebih efektif.
Kegiatan PPLS tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian pengajian penghujung tahun 2025, yang rencananya akan dilaksanakan pada 31 Desember 2025 pukul 16.00 WITA.
Ketua Koordinator PPLS, Khoirudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif para pengurus LDII Paser sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan generasi muda.
“PPLS ini merupakan inisiatif pengurus LDII Paser agar masa libur sekolah dapat dimanfaatkan secara lebih bermanfaat, sekaligus memberikan nilai-nilai positif bagi para generasi penerus,” ujar Khoirudin.
Selama kegiatan berlangsung, para santri mendapatkan siraman rohani melalui pemahaman Al-Qur’an dan hadis. Peserta juga dibekali praktik ibadah, di antaranya tata cara mensucikan barang atau tempat yang terkena najis ringan, seperti air kencing dan sejenisnya.
Selain pembinaan spiritual, para santri juga diajak untuk membiasakan bangun dan berdoa di sepertiga malam, serta mengikuti latihan pencak silat di bawah naungan Perguruan Silat Nasional (Persinas ASAD) sebagai sarana pembinaan fisik dan mental.
Dalam rangka pembentukan karakter dan peningkatan kepercayaan diri, peserta juga mengikuti sesi pengenalan diri yang dibawakan oleh Sahlam Maulana, R.G.P., S.Pd., guna membantu peserta mengenali potensi diri secara lebih mendalam.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Penasihat (Wanhat) LDII Paser, Ahmad Ghozali, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan PPLS tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlak mulia.
“PPLS menjadi sarana pembinaan yang sangat penting bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya dibekali pemahaman keagamaan, tetapi juga dilatih kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab,” ungkap Ahmad Ghozali.
Ia menambahkan, pembinaan yang dilakukan secara terpadu antara aspek spiritual, mental, dan fisik diharapkan mampu mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.
Menjelang penutupan kegiatan, PPLS ditutup dengan siraman rohani berupa nasihat penutup oleh Wanhat LDII Tanah Grogot. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya menjaga akhlak, memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama kegiatan berlangsung.
“Ilmu yang didapat selama PPLS ini jangan berhenti di sini. Amalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakat,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para peserta agar senantiasa menjadikan waktu sebagai amanah yang harus dijaga.
“Waktu adalah nikmat yang sangat mahal. Generasi muda yang berhasil adalah mereka yang mampu mengisi waktunya dengan kebaikan dan amal saleh,” tambahnya.
Khoirudin menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik serta memiliki kesadaran bahwa waktu merupakan anugerah yang sangat berharga.
“Kami berharap para peserta dapat menghargai waktu sebagai amanah dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat,” pungkasnya.












