Paser (23/07/2025) – DPD LDII Kabupaten Paser yang diwakili oleh Wakil Ketua, H. Suliono, S.E., turut menghadiri Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Paser. Acara ini mengangkat tema “Bina Paham Keagamaan Islam dan Pencegahan Konflik” dan berlangsung di ruang sekretariat MUI Paser. Lebih dari 30 peserta hadir, terdiri dari perwakilan ormas Islam, instansi keagamaan, dan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Paser.
Dalam forum tersebut, LDII menyampaikan pandangan bahwa pemahaman agama yang mendalam dan fundamental sangat penting untuk membangun pondasi keagamaan yang kokoh. Hal ini dapat menjadi benteng dalam menghadapi potensi konflik, baik internal dalam sesama umat Islam maupun antaragama. “Pemahaman agama yang benar akan melahirkan sikap saling menghargai, sehingga potensi konflik dapat dicegah sejak dini,” ujar H. Suliono, S.E., Wakil Ketua DPD LDII Paser.
Acara ini turut dihadiri oleh Kabag Prokopim Setda Paser, Abdul Kadir Sambolangi; Kepala Kemenag Paser, Rusmadi, S.Hi, M.M; Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Paser, H. Abu Bakar Syam; dan Kasi Bimas Islam Kemenag Paser, H. Muhammad Syahrul, S.Pdi. Mewakili pemerintah daerah, Abdul Kadir Sambolangi menyampaikan, “Forum seperti ini penting untuk membangun sinergi antara pemerintah dan tokoh agama demi menjaga stabilitas daerah,” ujarnya di hadapan peserta FGD.
Sementara itu, Kepala Kemenag Paser, Rusmadi, S.Hi, M.M, menggarisbawahi pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan umat. “Moderasi harus diterapkan dalam setiap lini kehidupan umat Islam di Paser, agar tercipta harmoni dan toleransi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua FKUB Paser, H. Abu Bakar Syam, menekankan pentingnya dialog antarumat beragama. “Menjaga kerukunan bukan hanya tugas satu pihak, tapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya, mengingatkan pentingnya keterlibatan semua elemen masyarakat.
Senada dengan itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Paser, H. Muhammad Syahrul, S.Pdi., juga menyampaikan bahwa, “Pendekatan edukatif dan persuasif dalam pembinaan umat memberi dampak lebih positif dalam mencegah paham keagamaan ekstrem.”
DPD LDII Paser mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dan menyatakan siap terus berkontribusi dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Paser. Melalui momen keterbukaan dan dialog seperti ini, LDII percaya bahwa keharmonisan sosial dapat terus dijaga, dengan menghadirkan figur-figur yang santun, luwes, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin.
Web LDII Seluruh indonesia:
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Bangka-belitung, Paser, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Cilincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, Bekasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepulauan-riau, Bogor, Kediri, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majalengka, Maluku, Maluku-utara, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako Spn, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Tidak ada komentar