LDII Paser Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting
Paser – DPD LDII Kabupaten Paser melalui bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga menggelar sosialisasi pencegahan stunting pada Jumat (5/9/2025). Kegiatan yang dipimpin oleh ketua bidang, Ibu Scholihah, ini menyasar peserta dari kalangan remaja putri usia mandiri atau menjelang menikah serta ibu-ibu muda. Sosialisasi mengangkat tema “Wujudkan Generasi Unggul Bebas Stunting, Fondasi Ibu Sehat Fisik, Mental dan Gizi Sejak Kehamilan hingga Si Kecil Tumbuh Aktif”.
Acara yang berlangsung di Aula Barokah LDII Kabupaten Paser ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Paser, H. Suliono, S.E. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran keluarga, khususnya kaum perempuan, dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. Sebanyak 52 peserta hadir dengan penuh antusias mengikuti kegiatan hingga akhir acara.

Sebagai narasumber utama, ahli gizi Nurmayanti, Amd.Gz, yang juga bertugas di Puskesmas Kuaro, menyampaikan materi seputar pentingnya menjaga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). “Untuk mewujudkan generasi unggul, sangat penting memperhatikan 1000 HPK, yaitu sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada masa ini, fondasi kesehatan dan tumbuh kembang anak sangat ditentukan,” ungkapnya.
Dampak Serius Stunting bagi Kesehatan Anak
Lebih lanjut, Nurmayanti menjelaskan dampak serius stunting jika tidak dicegah sejak dini. “Stunting dapat mengakibatkan penurunan IQ hingga 20 poin, mengganggu perkembangan otak, membuat anak lebih rentan sakit, menurunkan produktivitas, hingga meningkatkan risiko terkena penyakit kronis,” jelasnya. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemberian MPASI bergizi seimbang yang selalu dipantau melalui Buku KIA.
Di sisi lain, peserta menunjukkan minat yang tinggi dalam sesi diskusi. Ketua bidang, Ibu Scholihah, mengaku bangga atas antusiasme para peserta. “Alhamdulillah, antusias peserta sangat luar biasa. Pada sesi tanya jawab, cukup banyak yang mengajukan pertanyaan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini memang sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Menutup acara, Nurmayanti menyampaikan apresiasi atas semangat peserta. Ia menilai, banyaknya pertanyaan yang muncul menjadi bukti keseriusan mereka dalam memahami materi. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi unggul bebas stunting di Kabupaten Paser.


Web LDII Seluruh indonesia:
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Bangka-belitung, Paser, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Cilincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, Bekasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepulauan-riau, Bogor, Kediri, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majalengka, Maluku, Maluku-utara, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako Spn, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng











