TANAH GROGOT – Guna menyamakan visi pergerakan dan memperkuat tali persaudaraan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Paser menggelar konsolidasi organisasi bersama jajaran Pengurus Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Paser. Agenda strategis ini dilaksanakan di Masjid Miftahul Huda, Tanah Grogot, pada Sabtu (8/8/2026).
Ketua DPD LDII Paser, Sofwan Setyawan, hadir langsung memberikan arahan komprehensif yang mencakup penyelarasan program kerja, tantangan regenerasi di era modern, hingga penguatan fondasi spiritual bagi para pengurus.

Implementasi 8 Bidang Pengabdian dan Penyelarasan Visi
Dalam pemaparannya, Sofwan Setyawan mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bahu-membahu melaksanakan delapan bidang pengabdian organisasi. Kedelapan bidang tersebut meliputi wawasan kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.
Untuk merealisasikan cakupan program yang luas tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi vertikal dari tingkat kabupaten hingga ke akar rumput.
“Kami ingin memastikan bahwa dari tingkat pimpinan daerah hingga pengurus di tingkat paling bawah memiliki pemahaman yang sama terhadap arah gerak organisasi. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya miskomunikasi atau tumpang tindih dalam pelaksanaan program kerja,” tegas Sofwan.
Merespons Fenomena “Generasi Stroberi” dalam Kaderisasi
Menyoroti isu regenerasi, Sofwan memberikan perhatian khusus pada dinamika generasi muda saat ini yang kerap diistilahkan sebagai “generasi stroberi”.
Ia menganalogikan fenomena tersebut sebagai tantangan besar dalam kaderisasi. “Dari luar tampak manis dan indah, namun ketika mendapat tekanan sedikit saja bisa langsung lembek dan hancur. Bahkan jika dibiarkan, akan busuk dengan sendirinya,” paparnya.
Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pengurus untuk proaktif mencari solusi terbaik dalam membina dan meregenerasi kader organisasi agar lebih tangguh. Upaya ini harus didukung oleh ikatan persaudaraan (ukhuwah) yang erat antar-pengurus. Soliditas yang terbangun secara harmonis dari DPD hingga PAC dinilai sebagai modal sosial paling berharga untuk menggerakkan ribuan warga LDII di Kabupaten Paser.
Introspeksi Spiritual: Pertanggungjawaban 5 Nikmat Utama
Sebagai penyempurna arahan manajerialnya, Sofwan Setyawan menutup konsolidasi dengan pesan spiritual yang mendalam. Mengutip Hadis Riwayat At-Tirmidzi, ia mengingatkan seluruh peserta untuk senantiasa berintrospeksi diri mengenai nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hari kiamat.
Terdapat lima aspek utama yang ditekankan untuk direnungkan oleh para pengurus:
- Umur (Waktu Hidup): Mengingat waktu hidup di dunia adalah modal utama, apakah umur tersebut dihabiskan untuk ketaatan dan amal saleh, atau terbuang sia-sia untuk kemaksiatan.
- Masa Muda: Sebagai fase di mana fisik paling kuat, pikiran paling tajam, dan energi paling besar, masa keemasan ini akan ditanyakan secara khusus penggunaannya.
- Sumber Harta: Evaluasi terhadap cara memperoleh harta, apakah melalui jalan yang halal atau terjebak pada jalan yang haram seperti riba, penipuan, atau korupsi.
- Penggunaan Harta: Ke mana harta tersebut dialokasikan, apakah diinfakkan di jalan Allah, menafkahi keluarga, dan membantu sesama, atau justru dihamburkan pada hal yang dilarang agama.
- Ilmu dan Amal: Sejauh mana ilmu agama yang telah dipelajari benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan manfaat nyata bagi orang lain.
Melalui konsolidasi ini, DPD LDII Paser berharap roda organisasi di seluruh penjuru Kabupaten Paser dapat berjalan semakin solid, adaptif terhadap tantangan zaman, dan senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai ibadah.





