Paser (19/— Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Paser, H. Suliono, S.E., bersama bendahara H. Mukhlis, menghadiri undangan Kepolisian Resor (Polres) Paser dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Sinergi dalam Keberagaman Beragama untuk Menjaga Kondusivitas Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (19/12) di Ballroom Hotel Kriyad Sadurengas, Kabupaten Paser.
FGD ini bertujuan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kerukunan umat beragama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, yang identik dengan meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat.
Kapolres Paser AKBP Novi Adi Wibowo, S.I.K., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dan keberagaman tersebut merupakan anugerah yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas seluruh elemen masyarakat guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Paser.
“Forum ini menjadi wadah strategis untuk menjaga toleransi, memperkuat kerukunan, serta mencegah potensi ketidakharmonisan antarumat beragama. Dengan demikian, perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung dengan aman dan kondusif,” ujar AKBP Novi.
Kesbangpol Dorong Pencegahan Isu SARA Menjelang Nataru
Sementara itu, pemateri dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Paser, Ahmad Hartono, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Politik Dalam Negeri, menyampaikan bahwa pelaksanaan FGD merupakan bagian dari upaya sosialisasi dan kegiatan kolaboratif yang melibatkan organisasi kemasyarakatan. Hal tersebut dinilai efektif dalam mencegah berkembangnya isu-isu SARA, khususnya menjelang momentum Nataru.
Ia menambahkan, hasil FGD ini dapat menjadi bahan rekomendasi kepada kepala daerah, termasuk terkait kesiapan bahan kebutuhan pokok masyarakat menjelang tahun baru. Selain itu, pentingnya menjaga kerukunan antar masyarakat, ras, suku, dan agama menjadi kunci terwujudnya Kabupaten Paser yang aman dan damai.
Dalam kesempatan yang sama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Paser yang diwakili Sekretaris FKUB, Mas’ud Leman, S.Ap., M.Ap., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling memahami dan menghargai perbedaan sebagai fondasi utama toleransi.
“Toleransi tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perbuatan. Dengan saling menghargai perbedaan, maka kehidupan bermasyarakat akan menjadi indah dan penuh kedamaian,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa terdapat tiga bentuk kerukunan yang harus diwujudkan, yakni kerukunan internal umat beragama, kerukunan antarumat beragama, serta kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah.

Menanggapi kegiatan tersebut, Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Paser, Suliono, S.E., menyampaikan apresiasinya kepada Polres Paser dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan FGD. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dalam memperkuat komunikasi dan sinergi antarumat beragama menjelang perayaan hari besar keagamaan.
“LDII Kabupaten Paser berkomitmen untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat. Melalui forum seperti ini, kami dapat menyamakan persepsi serta memperkuat kerja sama dalam menjaga situasi yang aman, damai, dan kondusif, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar Suliono.
Ia menambahkan, LDII siap berperan aktif mendukung upaya pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menciptakan stabilitas sosial serta mencegah potensi konflik yang dapat mengganggu keharmonisan masyarakat.
Melalui FGD ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan, termasuk LDII, dalam menjaga stabilitas, toleransi, serta kondusivitas wilayah Kabupaten Paser menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.












